Minggu, 11 Maret 2012

Rendahnya kedisiplinan Bangsa Indonesia


KATA PENGANTAR


Assalamualaikum wr.wb

            Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan alam semesta ini dan telah melimpahkan ilmunya dan pengetahuan untuk kami sehingga kami bisa menyelesaikan laporan ini.
            Saya juga tidak lupa untuk  berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan laporan ini. Saya juga sadar bahwa saya hanyalah manusia biasa yang banyak kekurangan sehingga dimohon sangat untuk memaklumi makalah saya ini, apabila makalah ini banyak terdapat kesalahan yang sengaja maupun tidak sengaja.
Saya  berharap laporan ini bisa menjadi pedoman dan acuan untuk menjadi lebih baik lagi dalam pembuatan laporan berikutnya dan bisa bermanfaat bagi semuanya yang membacanya. saya juga mengharapkan kritik dan saran untuk makalah ini.


Wassalamualaikum wr.wb

                                                                                                            Depok, Maret 2012




                                                                                                                       Penulis




II

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR  ..............................................................  II
DAFTAR ISI  ..........................................................................  III

Bab I PENDAHULUAN

a.    Latar belakang ........................................................................................  1-2
     b   Tujuan .....................................................................................................  3
     c.   Perumusan masalah .................................................................................  3       
     d.   Manfaat .................................................................................................. 3

BAB II ISI

       a.   Pengertian disiplin  ................................................................................. 4
       b.   Manfaat disiplin ..................................................................................... 4-5
       c.   Unsur  disiplin ........................................................................................ 5

BAB III PENUTUP

      a.   Kesimpulan ............................................................................................ 6
      b.   Saran ..................................................................................................... 6


DAFTAR PUSTAKA ................................................................ IV



III



     BAB I
PENDAHULUAN



A.      LATAR BELAKANG

         Bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang memiliki kekayaan alam yang melimpah baik di laut maupun di daratan yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Tidak hanya itu saja, Bangsa Indonesia kaya akan seni budaya daerah yang merupakan kekayaan budaya nasional. Dengan kekayaan alam yang melimpah dan didukung dengan sumber daya manusia terbesar keempat dunia selayaknya Bangsa Indonesia sudah lebih maju dengan Bangsa-Bangsa lain khususnya di asia tenggara. Tetapi dalam kenyataanya Bangsa Indonesia tertinggal jauh dari Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam. Tentu ada hal yang mendasar yang tidak dimiliki Bangsa Indonesia sehingga Bangsa Indonseia selalu tertinggal dengan Bangsa-Bangsa lain di belahan dunia lainnya.

         Belakangan ini sering kita lihat dimana-mana terjadi tindakan ketidaksiplinan baik individu maupun kelompok diberbagai tempat, misalnya di tempat umum. Disiplin masyarakat masih merupakan salah satu problem bangsa ini karena kesadaran masyarakat untuk berdisiplin masih rendah. Banyak dari mereka tidak menyadari bahwa kesadaran berdisiplin akan kembali kepada kenyamanan mereka juga dalam menikmati jasa. Banyak contoh ketidaknyamanan atau bahkan keruwetan yang muncul akibat disiplin masyarakat yang rendah, mulai dari tertib antri, buang sampah, bahkan sampai perilaku yang sangat membahayakan nyawa mereka sendiri seperti naik ke atap KRL. Dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, berapa banyak para pemakai kendaran yang mengabaikan rambu-rambu lalu lintas di jalan raya. Dengan mudahnya seseorang membuang sampah di sembarang tempat tampa berpikir dampak negatifnya. Dengan seenaknya pemerintah daerah yang mengulur-ulur waktu untuk merealisasikan anggaran belanja untuk pembangunan padahal pembangunan tersebut sangat di butuhkan oleh masyarakat.

         Dengan mudahnya perusahaan pengembangan perumahan yang tidak memperhatikan tata ruang kota sehingga banjir terjadi dimana-mana. Perusahaan industri yang membuang limbah semaunya langsung ke laut atau ke sungai tanpa terlebih dahulu melalui penjernihan terlebih dahulu. Terjadinya korupsi dimana-mana terutama disebabkan rendah disiplin Bangsa Indonesia. Terjadi ledakan tabung gas elpiji 3 km karena ketidakdisiplinan dalam proses pembuatannya yang hanya mengejar keuntungan sebesar-besarnya tanpa memperhatikan kualitasnya.



1



          Banyaknya kapal laut yang tenggelam juga disebabkan rendahnya disiplin karena memuat penumpang yang melebihi kapasitasnya. Begitu juga seringnya tabrakan antara kereta api dengan kereta api atau kereta api dengan kendaraan lain juga disebabkan rendah disiplin. Berdasarkan pengalaman pada negara-negara yang telah maju secara ekonomi maupun teknologinya seperti Jepang, Korea Selatan, Cina, Singapura, Amerika, dan beberapa Negara Eropa, bangsa tersebut bisa maju karena pemerintahnya dan warga negaranya memiliki disiplin yang tinggi. 

         Untuk bisa berperilaku disiplin harus dimulai dari hal-hal yang sederhana dan bisa menghargai pihak lain, apabila sifat mau menang sendiri masih melekat pada diri seseorang sangat sulit untuk memujudkan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

           Beberapa hari terakhir ini rakyat Indonesia di kejutkan dengan perilaku para anggota DPR yang tidak memberikan contoh yang baik dalam hal penegakan disiplin. Sebenarnya perilaku itu sudah lama di gedung senayan. Sebagai wakil rakyat sebaiknya bisa memberi contoh yang baik kepada rakyat Indonesia. Penulis betul-betul tidak bisa memahami cara berpikir para anggota DPR yang terhormat, apa sih susahnya untuk disiplin saja kok sulit, padahal beliau-beliau memiliki pendidikan cukup memadai dan rata-rata berpendidikan tinggi, bagaimana dengan rakyat yang pendidikan masih rendah?

          Untuk menghadiri sedang paripurna saja para anggota DPR tidak bisa disiplin, ini mengindikasikan para anggota DPR tidak bisa mengatur dirinya sendiri. Mengatur diri saja tidak bisa, bagaimana mau mengatur dan memikirkan rakyat Indonesia.Budaya disiplin seyognya diterapkan sejak dini di mulai dari lingkungan keluarga dan semua lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial tidak hanya sebatas slogan.Disiplin bukanlah pengekangan kebebasan tetapi merupakan pedoman untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Disiplin selalu berkorelasi dengan kinerja seseorang atau lembaga, dapat dipastikan seseorang atau lembaga yang menegakkan disiplin akan memiliki kinerja yang baik. Jarang kita jumpai seseorang atau lembaga yang tidak menegakkan disiplin memiliki kinerja yang baik.

           Bangsa yang telah maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura dikarenakan para pemimpinya memiliki etos kerja disiplin yang tinggi. Disiplin dan etos kerja para pemimpin Indonesia sangat berpengaruh pada warga negaranya. Jangan berharap rakyat Indonesia akan meningkatkan produktivitas dan memiliki etos kerja apabila para pemimpin tidak mampu menegakkan disiplin dan memberikan contoh yang baik. Bangsa Indonesia sangat produktif dan disiplin dalam hal penarikan pajak tetapi dalam bidang lain perlu dipertanyakan.

            Bangsa Indonesia harus mau belajar dengan bangsa lain bukan berarti harus melakukan kunjungan kerja yang menghabiskan dana besar tetapi hasilnya tidak kelihatannya. Dengan perkembangan teknologi saat ini akan mempermudah bangsa Indonesia belajar dengan bangsa-bangsa lain. Bangsa Indonesia tidak hanya kagum dengan bangsa lain tetapi yang lebih penting adalah mau dan mampu meniru dengan bangsa lain yang telah maju.Ada persoalan yang mendasar bagi bangsa Indonesia, para pemimpim Indonesia telah meminta pendapat para pakar di bidangnya tetapi hanya sebatas didengar pendapatnya tidak mau  mengimplementasi dengan dalih tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, kalau


2


sudah tahu yang memberi pendapat tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, mengapa bangsa Indonesia minta pendapat pada mereka?

           Produktivitas dan etos kerja berhubungan dengan kedisplinan. Tidak mungkin akan mampu meningkatkan produktivitas dan etos kerja tanpa mampu bersikap disiplin. Tingkat produktivitas rakyat Indonesia menjadi persoalan yang hingga sekarang belum ada solusinya. Produk-produk yang dihasilkan bangsa Indonesia tidak mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri salah satunya disebabkan karena harganya mahal dikarenakan dihasilkan oleh karyawan-karyawan yang tidak memiliki produktivitas. Di instansi pemeritahan lebih parah lagi, dalam memberikan pelayanan pada masyarakat sangat rendah. Pelayanan yang diberikan pada masyarakat diukur dengan berapa besar masyarakat mampu memberikan materi kepada mereka.


B. TUJUAN

1. Untuk memberikan informasi mengenai rendahnya tingkat kedisiplinan bangsa ini.
2. Memotivasi para pembaca untuk bisa meningkatkan rasa kedisiplinan.
3. Untuk mengetahui sejauh mana sikap kedisiplinan bangsa indonesia.
4. Untuk mengetahui dari mana akar permasalahan ini muncul.

C. RUMUSAN MASALAH 

1. Apa yang menyebabkan seseorang sulit untuk bersikap disiplin?
2. Bagaimana dampak dari ketidak disiplinan tersebut?
3. Mengapa Bangsa Indonesia sulit untuk bisa berperilaku disiplin?
4. Bagaimana cara mengatasi dampak ini?
5.Siapa yang menyebabkan sikap ini timbul di negara ini?

D. MANFAAT

1. Dapat mengetahui sejauh mana tingkat kedisiplinan bangsa indonesia.
2. Menambah pengetahuan.
3. Dapat mengetahui dampaknya sehingga dapat mencegah seseorang untuk bersikap yang demikian.
4. Dapat mengetahui akar dari permasalahan ini.


3


BAB II
ISI



A.      PENGERTIAN DISIPLIN

Pada hakekatnya, disiplin merupakan hal yang dapat dilatih. pelatihan disiplin diharapkan dapat menumbuhkan kendali diri, karakter atau keteraturan, dan efisiensi. Jadi secara singkat dapat disimpulkan bahwa disiplin berhubungan dengan pengendalian diri supaya dapat membedakan mana hal yang benar dan mana hal yang salah sehingga dalam jangka panjang diharapkan bisa menumbuhkan perilaku yang bertanggung jawab.

Disiplin sebagai upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya

Nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian perilaku dalam kehidupannya. Perilaku itu tercipta melalui proses binaan  melalui keluarga, pendidikan dan pengalaman. disiplin akan tumbuh dan dapat dibina melalui latihan, pendidikan atau penanaman kebiasaan dengan keteladanan-keteladanan tertentu, yang harus dimulai sejak ada dalam lingkungan keluarga, mulai pada masa kanak-kanak dan terus tumbuh berkembang dan menjadikannya bentuk disiplin yang semakin kuat. atau sanksi terutama diperlukan dalam suatu lembaga yang telah mempunyai tata tertib yang baik. Bagi yang melanggar tata tertib dapat dilakukan dua macam tindakan, yaitu berupa koreksi untuk memperbaiki kesalahan dan berupa sanksi. Kendali atau terciptanya ketertiban dan keteraturan berarti orang yang disiplin adalah yang mampu mengendalikan diri untuk menciptakan ketertiban dan keteraturan.


B.       MANFAAT DISIPLIN



1.  Menumbuhkan kepekaan = Anak tumbuh menjadi pribadi yang peka/berperasaan halus dan percaya pada orang lain. Sikap ini memudahkan dirinya mengungkapkan perasaannya kepada orang lain, termasuk orang tuanya. Jadinya, anak akan mudah menyelami perasaan orang lain juga.

2.  Menumbuhkan kepedulian
= Anak jadi peduli pada kebutuhan dan kepentingan orang   lain.Disiplin membuat anak memiliki integritas, selain dapat memikul tanggung jawab, mampu memecahkan masalah dengan baik ,cepat dan mudah.

3.Mengajarkan keteraturan
= Anak jadi mempunyai pola hidup yang teratur dan mampu mengelola waktunya dengan baik



4


4.Menumbuhkan ketenangan = Menurut penelitian menunjukkan bayi yang tenang/jarang menangis ternyata lebih mampu memperhatikan lingkungan sekitarnya dengan baik. Di tahap selanjutnya bahkan ia bisa cepat berinteraksi dengan orang lain.

5.Menumbuhkan percaya diri =
Sikap ini tumbuh berkembang pada saat anak diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang mampu ia kerjakan dengan sendiri.

6.Menumbuhkan kemandirian = Dengan kemandirian anak dapat diandalkan untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Anak juga dapat mengeksplorasi lingkungan dengan baik.Disiplin merupakan bimbingan yang tepat pada anak untuk sanggup menentukan pilihan yang bijak.

7.Menumbuhkan keakraban = Anak menjadi cepat akrab dan ramah terhadap orang lain karena kemampuannya beradaptasi lebih terasah.

8.Membantu perkembangan otak  = Pada usia 3 tahun pertama, pertumbuhan otak anak sangat pesat, disini ia menjadi peniru perilaku yang piawai. ia mampu mencontoh dengan sempurna tingkah laku orang tua yang disiplin dengan sendirinya akan membentuk kebiasaan dan sikap yang positif.

9.Membantu anak yang “sulit” = Kadang-kadang kita lupa pada anak yang berkebutuhan khusus yang memerlukan penangan khusus, melalui disiplin yang menekankan keteraturan anak berkebutuhan khusus bisa hidup lebih baik.

10 Menumbuhkan kepatuhan = Hasilnya anak akan menuruti aturan yang ditetapkan orangtua atas kemauan sendiri.

C. UNSUR-UNSUR DISIPLIN

a. Mengikuti dan menaati peraturan, nilai dan hukum yang berlaku.

b. Pengikutan dan ketaatan tersebut terutama muncul karena adanya kesadaran diri bahwa hal itu berguna bagi kebaikan dan keberhasilan dirinya. Dapat juga muncul karena rasa takut, tekanan, paksaan dan dorongan dari luar dirinya.

c. Sebagai alat pendidikan untuk mempengaruhi, mengubah, membina, dan membentuk perilaku sesuai dengan nilai-nilai yang ditentukan atau diajarkan.

d. Hukuman yang diberikan bagi yang melanggar ketentuan yang berlaku, dalam rangka mendidik, melatih, mengendalikan dan memperbaiki tingkah laku.

e. Peraturan-peraturaan yang berlaku sebagai pedoman dan ukuran perilaku.


5




BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN


Tidak ada satupun negara di dunia ini yang rakyatnya makmur dan sejahtera yang mengabaikan disiplin, kedisiplinan kunci keberhasilan suatu bangsa. Kata disiplin sangat sederhana dan mudah diucapkan tetapi sangat sulit untuk dilaksanakan , hal tersebut terjadi karena disiplin belum menjadi budaya Bangsa Indonesia. Mereka baru bersikap disiplin setelah ada unsur paksaan dan belum menjadi sikap hidup sehari-hari

Memang kesalahan jangan ditimpakan seluruhnya kepada masyarakat, namun pemerintah sebagai perumus kebijakan dan peraturan juga layak disalahkan, karena kunci utamanya memang seharusnya ada sinergi antara pemerintah dan masyarakat. 

B. SARAN

Memotivasi para pembaca untuk lebih bisa bersikap disiplin jangan hanya menyalahakan pemerintah padahal diri sendiri saja belum tentu benar,begitupun sebaliknya.  jadi setiap individu harus bercermin pada diri sendiri .jangan hanya bisa menyalahkan satu sama lain.semua bisa berubah dan perubahan itu berawal dari masing-masing individu itu sendiri untuk menjadi lebih baik ,yang akan membawa dampak baik juga untuk lingkungannya.










6


DAFTAR PUSTAKA


 diakses 10 maret 2012)


















IV

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar